Kamis, 19 Februari 2026

Tingkatan Puasa - Khutbah Jum'at

Khutbah Pertama

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي جَعَلَ الصَّيَامَ جُنَّةً مِنَ النَّارِ، وَأَفْرَضَهُ عَلَى عِبَادِهِ لِتَزْكِيَةِ النُّفُوسِ وَتَهْذِيبِ الْأَخْلَاقِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِينُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, khususnya di bulan Ramadan yang penuh berkah ini. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”.

Namun, seringkali kita terjebak pada pemahaman bahwa puasa hanyalah sekadar menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin mengingatkan kita bahwa ada tiga tingkatan puasa:

1.     Puasa Awam (hanya menahan lapar dan syahwat),

2.     Puasa Khusus (menjaga seluruh anggota tubuh dari dosa), dan

3.     Puasa Khususul Khusus (menjaga hati dari pikiran duniawi dan hanya tertuju kepada Allah).

Jamaah yang dirahmati Allah,

Tantangan kita saat ini adalah fenomena konsumerisme yang justru sering meningkat di bulan Ramadan. Meskipun kita menahan makan di siang hari, seringkali saat berbuka kita justru terjebak dalam perilaku berlebih-lebihan. Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa salah satu rahasia puasa adalah menghancurkan syahwat, namun tujuan ini tidak akan tercapai jika kita justru "membalas dendam" dengan berbagai hidangan mewah saat berbuka.

Al-Ghazali mengibaratkan makanan halal itu seperti obat; jika dikonsumsi sekadarnya ia akan menyembuhkan, namun jika berlebihan ia akan menjadi racun. Beliau menasihati agar kita tidak memenuhi perut secara berlebihan saat berbuka, bahkan dengan makanan yang halal sekalipun, karena perut yang terlalu penuh sangat dibenci oleh Allah dan dapat menghilangkan hikmah puasa.

Dalam konteks kehidupan saat ini, adab berpuasa juga harus kita terapkan dalam menjaga lisan dan jari-jari kita. Di era digital, puasa khusus berarti menahan diri dari menyebarkan berita bohong (hoax), menjauhi ghibah di media sosial, dan tidak menyakiti orang lain melalui komentar kasar. Rasulullah SAW bersabda:

“Banyak orang yang berpuasa, namun mereka tidak mendapatkan apa pun selain daripada lapar dan dahaga.”.

Hadis ini memperingatkan kita agar jangan sampai puasa kita sia-sia karena gagal menjaga adab. Al-Ghazali mencatat lima perkara yang dapat menghapus pahala puasa: berdusta, menggunjing (ghibah), mengadu domba, bersumpah palsu, dan memandang dengan syahwat.

Jamaah yang berbahagia,

Mari kita jadikan puasa ini sebagai alat untuk mengendalikan hawa nafsu dan melatih kesabaran. Mari kita cegah budaya konsumerisme dengan makan secukupnya dan lebih mengutamakan kedermawanan kepada sesama. Dengan demikian, puasa kita bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan transformasi batin yang membawa kita menjadi insan yang bertaqwa.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ.

 

Khutbah Kedua

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِينَ.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Sebagai penutup, marilah kita mempraktikkan enam amalan sunnah puasa yang dianjurkan Imam Al-Ghazali: mengakhirkan sahur, menyegerakan berbuka dengan kurma atau air, tadarus Al-Qur’an, iktikaf, menjadi dermawan, serta menjaga hati agar tetap khusyu' antara rasa takut (khauf) dan harap (raja') kepada Allah.

Mari kita berdoa agar Allah Subhanahu wa Ta’ala menerima ibadah puasa kita dan meningkatkan kualitasnya dari tingkat awam menuju tingkat khusus.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِنَّا عَلَى صِيَامِنَا وَقِيَامِنَا وَغَضِّ أَبْصَارِنَا وَحِفْظِ أَلْسِنَتِنَا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللّٰهِ، اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

Blogger templates